Jumat, 27 Januari 2012

ASUHAN PADA IBU BERSALIN KALA 2


MEMBERIKAN ASUHAN PADA IBU BERSALIN KALA II

  1. Perubahan Fisiologis pada kala II persalinan
a.                   Kontraksi, dorongan otot-otot dinding

Persalinan kala II ditegakan dengan melakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan pembukaan sudah lengkap atau kepala janin sudah tampak di vulva dengan diameter 5-6 cm. His sudah mulai lebih sering dan makin kuat, menjelang pembukaan lengkap, ketuban pecah, dan mulai ingin mengejan dengan anus mulai terbuka, sehingga bagian terendah mulai tampak menonjol di perineum.
Setelah kontraksi maka otot tersebbut tidak berelaksasi kembali ke keadaan sebelum konteaksi  tapi menjadi sedikit lebih pendek walaupun tonusnya seperti sebelum kontraksi kejadian ini disebut Retraksi.
Dengan retraksi ini maka rongga rahim mengecil dan anak berangsur didorong ke bawah dan tidak banyak naik lagi ke atas makin tebal dengan dengan majunya persalinan apalagi setelah bayi lahir.
Kontraksi tidak sama kuatnya, tapi paling kuat di daerah fundus uteri dan berangsur berkurang ke bawah dan paling lemah pada segmen bawah rahim.
Jika kontraksi dibagian bawah sama kuatnya dengan kontraksi dibagian atas, maka tidak akan ada kemajuan dalam persalinan.
            Telah dikatakan bahwa sebagai akibat retraksi, segmen atas makin mengecil. Karena pada permulaan persalinan cervix masih tertutup, maka tentu isi rahim tidak dapat didorong ke dalam vagina; Jadi pengecilan segmen atas hanya mungkin jika diimbangi dan relaksasi dari segmen bawah rahim.
            Sebagian dari isi rahim keluar dari segmen atas tetap diterima oleh segmen bawah. Jadi segmen atas makin lama makin mengecil, sedangkan segmen bawah makin diregang dan makin tipis dan isi rahim sedikit demi sedikit pindah ke segmen bawah. Karena segmen atas makin tebal dan segman bawah makin tipis, maka batas antara segmen atas dan segmen bawah menjadi jelas.
            Batas ini disebut lingkaran retraksi yang fisiologis.
            Kalau segmen bawah sangat diregang maka lingkaran retraksi lebih jelas lagi dan naik mendekati pusat dan disebut lingkaran retraksi yang patologis atau lingkaran Bandl.
            Lingkaran bandl adalah tanda ancaman robekan rahim dan terdapat kalau bagian depan tidak maju misalnya karena panggul sempit.

    1. Uterus ( Perubahan Bentuk Rahim )
Pada tiap kontraksi sumbu panjang rahim bertambah panjang sedangkan ukuran melintang maupun ukuran muka dibelakan berkurang.
Pengaruh perubahan bentuk ini ialah :
-                      Karena ukuran melintang berkurang, maka lengkungan tulang punggung anak berjurang, artinya tulang punggung menjadi lebih lurus dan dengan demikian kutub atas anak tertekan pada fundus, sedangkan kutub bawah ditekan ke dalam pintu atas panggul.
-                      Karena rahim bertambah panjang, maka otot-otot memanjang diregang dan menarik pada segmen bawah dan cervix. Hal ini merupakan salah satu sebab dari pembukaan cervix.
Ligamentum rotundum mengandung otot-otot polos dan kalau uterus berkontraksi, otot-otot ligamentum rotundum ikut berkontraksi hingga ligamentum royundum menjadi pendek.
Faal lig. Rotundum dalam persalinan antara lain :
-          pada tiap kontraksi, fundus yang tadinya bersandar pada tulang pungung berpindah ke depan mendesak dinding perut depan ke depan. Perubahan letak uterus waktu kontraksi penting karena dengan demikian sumbu sumbu rahim searah dengan sumbu jalan lahir.
-          Dengan adanya kontraksi dari lig. Rotundum fundus uteri tertambat, sehingga waktu kontraksi


0 komentar:

Poskan Komentar

Blogger templates

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

About Me

sapa _ mau _ ikut

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Blogger templates

Blogger news

Blogroll